Ingin Panjang dan Besar, Alat Kelamin Pria Ini Malah Melepuh

June 26th, 2011



Share on Facebook

Ingin Panjang dan Besar, Alat Kelamin IY Malah Melepuh
Malang benar nasib IY (49) warga Desa Patebon, Kecamat an Kejayan, Pasuruan itu. Ga ra-gara tergiur ingin memperbesar dan membuat panjang alat vitalnya secara instan, dia harus rela ‘asetnya’ yang paling berharga menjadi bengkak dan melepuh.Itu terjadi saat yang bersangkutan berobat kepada seorang ahli pengobatan tradisional alias tabib di Desa Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan beberapa waktu silam. Karena hasil yang didapat tidak sesuai keinginan, akhirnya IY melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan, Kamis (23/6/2011).

Dalam laporan itu, IY menuntut agar tabib tersebut diproses secara hukum. Yang bersangkutan dituding telah melakukan kesalahan dalam praktik medis. “Kasus ini sebenarnya terjadi pada 2009 lalu, mungkin karena malu, korban baru saat ini melaporkannya,” tutur AKP Bambang HS, Kasubag Humas Polres Pasuruan.

Bambang menjelaskan, selain bertujuan memperbesar dan memperpanjang alat kelamin miliknya, sebenarnya korban juga datang untuk menyembuhkan sakit kencing manis yang dia derita sejak lama.

Kedatangan IY untuk berobat tersebut, tentu saja disambut suka cita oleh tabib yang belakangan diketahui bernama Kamil itu. Dengan sigap, Kamil pun menangani pasien barunya itu.

Layaknya seorang ahli medis, dengan penuh keyakinan alat kelamin milik IY langsung disuntik dengan bahan dan obat-obat tertentu. Muncul dugaan bahwa salah satu bahan yang disuntikkan adalah silikon.

Saat proses pengobatan berlangsung, IY sendiri harus menahan sakit luar biasa. Namun, ia tak mengeluh karena berharap besar pada Kamil bahwa kelamin miliknya bakal semakin perkasa. Demikian juga sakit kencing manis yang dideritanya, segera sembuh.

Namun, setelah ditunggu sehari dua hari, ternyata kelamin IY tak kunjung berubah. Ukuran besar dan panjangnya juga tetap. Lama-kelamaan keperkasaannya justru berkurang. Malahan, kondisi IY semakin memprihatinkan, karena terjadi pembengkakan dan kulitnya melepuh.

“Mungkin awalnya masih bisa digunakan, sehingga korban tidak segera melaporkannya. Tapi begitu alat vitalnya mengalami gangguan serius baru korban melaporkannya ke polisi,” imbuh Bambang.

Atas laporan IY, polisi langsung bergerak. Kamil diringkus dan harus menginap di Polres Pasuruan sejak Rabu (22/6/2011) sore untuk menjalani pemeriksaan. Selain menciduk Kamil, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di tempat praktiknya.

Di antaranya berupa empat potong kayu menyerupai alat kelain pria, sebotol cairan obat dan belasan jarum suntik. “Sejak kemarin sore dibawa polisi dan terpaksa menginap di sini,” terang seorang kerabat Kamil yang langsung menghindari wartawan.

Hingga sore kemarin, Kamil masih diperiksa petugas dari Unit I Reskrim Polres Pasuruan. Saat beberapa wartawan hendak mengambil gambar serta mengetahui pemeriksaan pria tersebut, sejumlah langsung menutup ruang pemeriksaan.

“Saat ini masih diperiksa oleh petugas dan belum ditentukan sebagai tersangka. Informasinya, terlapor sudah praktik, ya sekitar 2009 lalu itu. Ia mulai praktik setelah mendapat obat cairan botol dari Jakarta, yang diperkirakan seperti semacam silikon. Selain itu, kemungkinan besar banyak korbannya yang lain, tapi malu untuk melapor,” tandas AKP Bambang HS.

Kepada masyarakat, pihak Kepolisian Resor Pasuruan mengimbau agar berhati-hati dalam berikhtiar untuk mengobati penyakitnya.

“Peristiwa seperti yang dia lami korban jangan sampai terjadi dan terulang kembali kepada warga yang lain. Berobatlah kepada orang yang sudah ahlinya, terutama di bidang medis,” tutur Bambang.

Bukan Silikon

Prof Dr dr Sunaryo Hardjowijoto SpU(K) dari RSUD Dr Soetomo Surabaya menyebut, banyak orang melakukan pembesaran alat vital dengan tujuan seperti yang dilakukan IY. Salah satu pasiennya bahkan mengaku menjalani perawatan semacam itu oleh tukang suntik keliling di Terminal Bungurasih.

Tentu saja, si penyuntik bukan dokter yang diakui keahliannya. “Cairan yang disuntikkan itu bukan silikon, melainkan minyak,” ujar Sunaryo.

Jenis minyak apa tidak diketahui pasti, namun beberapa pasiennya menyebut seperti digunakan untuk menyuburkan rambut kepala. “Setiap zat atau benda asing yang dimasukkan dalam jaringan tubuh manusia, pasti akan mengakibatkan peradangan atau inflamasi,” jelas Sunaryo.

Berikutnya, bakal muncul jaringan fibrose yang membuat alat kelamin lebih besar ukurannya dan keras. Garis tengahnya ada yang mencapai lima hingga tujuh sentimeter. Pembengkakan itu akan membuat alat vital terasa sakit ketika berhubungan. Bahkan, si istri juga akan merasa kesakitan karena alat vital yang keras dan teksturnya yang kasar.

Menurut guru besar Universitas Airlangga itu, pembesaran penis ini seharusnya tidak perlu dilakukan seorang lelaki. Sebab, kepuasan berhubungan seksual bukan terletak pada besar kecilnya alat kelamin. Akan tetapi pada rasa sayang dan lamanya proses pemanasan.

Ketika usia masih kecil dan dalam masa pertumbuhan, bisa saja alat kelamin membesar karena dipengaruhi hormon laki-laki. Proses pertumbuhan akan berhenti secara keseluruhan ketika usia sudah dewasa. “Memang ada dokter yang menawarkan pembesaran alat kelamin lelaki, tetapi itu tidak diakui oleh dunia kedokteran,” tegas Sunaryo.

Cara yang dimaksud Sunaryo ini adalah dengan menambah jaringan lemak atau silikon padat (bukan minyak) pada alat kelamin. Hasil yang diperoleh sama dengan tukang suntik keliling. Pasien akan mengalami peradangan sama seperti warga Pasuruan tersebut. Satu-satunya solusi yang bisa dilakukan tak lain adalah operasi untuk membuang jaringan yang keras itu.

Kalau anda menyukai artikel ini, tolong klik “Share On Facebook” di bawah ini sehingga kawan – kawan anda juga bisa menikmatinya. Terima kasih banyak.



Share on Facebook

TOPIK TERKAIT - [RELATED POST]

Categories: Aneh, Kejantanan, Kesehatan, Lelaki

Tags: , , , Leave a comment

Leave a comment

Feed

http://serbamenarik.com / Ingin Panjang dan Besar, Alat Kelamin Pria Ini Malah Melepuh